
dear pesawat kertas.,
hmm, itupun kalau masih bisa aku memanggilmu dear..
entah apa yang menyebabkanmu menghindar seolah membenciku.
apakah aku pernah menyakitimu? atau mengecewakanmu?
aku tak tau.
jika memang kamu tak ingin lagi mengenalku.,
tak apa.
jika memang menyebut namaku, menghubungiku, menatap mataku, berbincang denganku merupakan sebuah kesalahan bagimu.,
tak apa. aku bisa terima.
tetapi tak bisakah kita mengakhiri kisah ini dengan lebih dewasa?
tanpa menyisakan pertanyaan yang jelas tak akan sanggup aku utarakan.
dengan baik-baik, seperti saat kita memulainya.
dengan simbol titik yang akan aku baca sebagai tanda berhenti, bukannya jeda panjang yang menyisakan kecewa seperti ini.
kamu.,
yang dulu aku lihat sebagai sosok yang dewasa,
ternyata tak lebih dari balita yang tak mampu mengungkapkan apa masalah yang sebenarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar