Jumat, 25 Juni 2010


. . .kadang aku berharap,
rindu yang aku rasakan menggebu ini
adalah hasil doamu agar aku memperhatikanmu. . .

Kamis, 17 Juni 2010


Kemarin aku berharap kau meninggalkanku.

...tapi setelah kau benar2 pergi, aku berdoa agar kau tetap disini.



-masih tentang pesawat kertas-

Sabtu, 12 Juni 2010

Pergi sajalah kau...

Seharusnya sudah sejak lama aku memikirkan apa reaksimu. Bukan hanya tentang reaksiku ketika bertemu kamu. Tentang apa penilaianmu terhadapku., bukan perkiraanku tentang penilaianmu. Tentang kebenaran dan kenyataan., karena sepertinya yang aku rasa dan aku lihat hanyalah cerminan harapan.


Dan sebutlah aku bodoh. Ketika seluruh isi kepalaku hanya penuh dengan angan tentangmu. Ketika semua nafas yang aku hirup selalu melafalkan namamu. Jadi maki-makilah saja aku karena berani membawa namamu dalam buku harianku.

Jika saja kau tau bagaimana kacaunya hari-hariku, karena tak ada lagi sisa ruang dalam jiwa yang tidak dipenuhi bayangmu.. Atau ketika banyak sekali hal-hal yang tiba-tiba muncul, yang aku anggap sebagai pertanda tentang takdirmu dan takdirku.

Ah, andai saja kamu tau, bahwa aku banyak berubah setelah bertemu denganmu.


...akan lebih mudah jika kau mau terang-terangan menyakiti hatiku., bukan sekedar harapan semu...

Selasa, 08 Juni 2010

Masih tentang kamu



Kamu,
yang akhirnya bisa meluluhkan ego dan logikaku,
telah mengacaukan hidupku.

Taukah kamu?

Minggu, 06 Juni 2010

Kamu, dan analogi pesawat kertas.

Memahami jalan pikiranmu, sama seperti membuat pesawat kertas. Aku tau tehnik dan triknya, tapi tetap saja aku tak bisa membuatnya dengan sempurna.

Memahamimu, seperti saat aku membuat pesawat kertas. Aku tau langkah-langkah yang harus dilakukan., tapi tetap saja terbangnya tidak seperti yang aku harapkan..

Memahamimu, sama seperti membuat pesawat kertas. Aku tak tau bagian mana yang salah., yang jelas hasilnya tidak seperti yang aku bayangkan.


Memahamimu, sama persis dengan membuat pesawat kertas. Dengan mudahnya aku mengajari orang lain tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tapi tetap saja, kau tak pernah bisa menangkap apa yang sebenarnya aku inginkan.


Yang saat ini bisa aku katakan, sulit sekali untuk memahami apa yang sebenarnya kau maksudkan..