Rabu, 22 Desember 2010



dear pesawat kertas.,
hmm, itupun kalau masih bisa aku memanggilmu dear..

entah apa yang menyebabkanmu menghindar seolah membenciku.
apakah aku pernah menyakitimu? atau mengecewakanmu?
aku tak tau.

jika memang kamu tak ingin lagi mengenalku.,
tak apa.
jika memang menyebut namaku, menghubungiku, menatap mataku, berbincang denganku merupakan sebuah kesalahan bagimu.,
tak apa. aku bisa terima.
tetapi tak bisakah kita mengakhiri kisah ini dengan lebih dewasa?

tanpa menyisakan pertanyaan yang jelas tak akan sanggup aku utarakan.

dengan baik-baik, seperti saat kita memulainya.

dengan simbol titik yang akan aku baca sebagai tanda berhenti, bukannya jeda panjang yang menyisakan kecewa seperti ini.

kamu.,
yang dulu aku lihat sebagai sosok yang dewasa,
ternyata tak lebih dari balita yang tak mampu mengungkapkan apa masalah yang sebenarnya.

Sabtu, 27 November 2010

kau tau.? ada banyak cinta dariku yang tertuang untukmu

dan aku pun tau, kau menggunakan namaku untuk inspirasi-inspirasimu

tapi kita tidak berada di gelombang dan frekuensi yang sama. itulah mengapa, rindu kita tak pernah menyatu.

tentang kita, aku tidak pernah berdoa pada Tuhan agar kau memilihku., karena aku sama sekali tak ingin memaksakan perasaanmu.

tapi aku sama sekali tidak ingin kamu pergi..

jadi aku hanya bisa berkata: "aku disini, menunggumu menjemputku."

Kamis, 11 November 2010


harus berapa kali aku menangis karenamu?

Jumat, 09 Juli 2010

hati yang mencoba membiasakan diri

entah apa jadinya jika episode hidupku ketika bertemu kamu tak pernah terjadi. mungkin airmataku masih tersimpan dan tak berjatuhan., mungkin aku tak perlu merasakan kecewa., mungkin aku tak banyak menghabiskan waktuku untuk memikirkanmu.

tapi dari berbagai kemungkinan yang terjadi, aku sama sekali tidak menyesali takdir ini. takdirku untuk bertemu kamu, untuk sedikit berharap padamu. takdir yang tidak akan menjadikan kita satu..

tidak apa-apa.,
aku sedang mencoba membiasakan hatiku untuk menerima semuanya.
aku sedang belajar mengeja semua tentangmu tanpa perlu kamu tau.
aku sedang memperhatikanmu, dan tak perlu kau lakukan hal yang sama padaku.



jika orang bilang sesuatu yang membuat kita rela menunggu itu adalah cinta,
maka sebutlah aku mencintaimu.


>> kampus2, 9 juli 2010. 06.23 PM. sendirian, memikirkan kamu

Jumat, 25 Juni 2010


. . .kadang aku berharap,
rindu yang aku rasakan menggebu ini
adalah hasil doamu agar aku memperhatikanmu. . .

Kamis, 17 Juni 2010


Kemarin aku berharap kau meninggalkanku.

...tapi setelah kau benar2 pergi, aku berdoa agar kau tetap disini.



-masih tentang pesawat kertas-

Sabtu, 12 Juni 2010

Pergi sajalah kau...

Seharusnya sudah sejak lama aku memikirkan apa reaksimu. Bukan hanya tentang reaksiku ketika bertemu kamu. Tentang apa penilaianmu terhadapku., bukan perkiraanku tentang penilaianmu. Tentang kebenaran dan kenyataan., karena sepertinya yang aku rasa dan aku lihat hanyalah cerminan harapan.


Dan sebutlah aku bodoh. Ketika seluruh isi kepalaku hanya penuh dengan angan tentangmu. Ketika semua nafas yang aku hirup selalu melafalkan namamu. Jadi maki-makilah saja aku karena berani membawa namamu dalam buku harianku.

Jika saja kau tau bagaimana kacaunya hari-hariku, karena tak ada lagi sisa ruang dalam jiwa yang tidak dipenuhi bayangmu.. Atau ketika banyak sekali hal-hal yang tiba-tiba muncul, yang aku anggap sebagai pertanda tentang takdirmu dan takdirku.

Ah, andai saja kamu tau, bahwa aku banyak berubah setelah bertemu denganmu.


...akan lebih mudah jika kau mau terang-terangan menyakiti hatiku., bukan sekedar harapan semu...

Selasa, 08 Juni 2010

Masih tentang kamu



Kamu,
yang akhirnya bisa meluluhkan ego dan logikaku,
telah mengacaukan hidupku.

Taukah kamu?

Minggu, 06 Juni 2010

Kamu, dan analogi pesawat kertas.

Memahami jalan pikiranmu, sama seperti membuat pesawat kertas. Aku tau tehnik dan triknya, tapi tetap saja aku tak bisa membuatnya dengan sempurna.

Memahamimu, seperti saat aku membuat pesawat kertas. Aku tau langkah-langkah yang harus dilakukan., tapi tetap saja terbangnya tidak seperti yang aku harapkan..

Memahamimu, sama seperti membuat pesawat kertas. Aku tak tau bagian mana yang salah., yang jelas hasilnya tidak seperti yang aku bayangkan.


Memahamimu, sama persis dengan membuat pesawat kertas. Dengan mudahnya aku mengajari orang lain tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tapi tetap saja, kau tak pernah bisa menangkap apa yang sebenarnya aku inginkan.


Yang saat ini bisa aku katakan, sulit sekali untuk memahami apa yang sebenarnya kau maksudkan..

Kamis, 20 Mei 2010

Tuhan, aku lelah.

Semuanya berjalan secara sistematis. Terstruktur dan terencana. Tak lagi ad ruang untuk jiwa.

aku rindu kesendirianku, aku rindu air mataku. aku rindu rasa haru yg dulu menghanyutkanku.

Selayaknya robot., aku lupa bagaimana wujudnya rasa.
Aku hampir lupa bagaimana seharusnya menjadi manusia.

Tuhan, tolong aku.
jangan kau matikan dulu syaraf jiwaku.